Skip to main content

Rambut Monte di Blitar

Rambut Monte
Wisata Rambut Monte merupakan wisata alam yang terdapat sebuah telaga, candi, petilasan atau tempat untuk bermeditasi dan di latar belakangi dengan pemandangan yang hijau dari perkebunan teh dan sawah warga setmempat, yang terhampar sepanjang perjalanan menuju lokasi wisata ini.

Wisata Rambut Monte terletak di desa Krisik, kecamatan Gandusari, kurang lebih 30 km dari kota Blitar. Candi yang terdapat di lokasi Rambut Monte ini merupakan tempat pemujaan bagi penganut agama Hindu pada jaman Kerajaan Majapahit. Di bawah candi terdapat sebuah telaga yang dihuni oleh ikan, yang oleh warga sekitar di sebut dengan Ikan Dewa.

Di pinggiran telaga disediakan sebuah gazebo untuk beristirahat dan menikmati keindahan alam di sekitar telaga. Keindahan lokasi Rambut Monte ini kian bertambah dengan pantulan warna air dalam danau yang jernih kehijauan dan cenderung ke toska. Pengunjung tidak diperbolehkan untuk berenang di area telaga yang berisi ikan Dewa, tetapi terdapat kolam tersendiri untuk pengunjung berenang menikmati hijaunya alam di Rambut Monte.


Merurut cerita warga sekitar bahwa warna biru tersebut konon berasal dari seorang yang tidak memiliki keturunan yang bernama mbah monte. Beliau mempunyai dua orang murid dan suatu ketika beliau kecewa terhadap tindakan dari kedua muridnya yang telah menyalahgunakan ilmu yang sudah diajarkannya. Singkat cerita akhirnya mbah monte pun murka dan membakar pohon-pohon yang berada di sekitar danau. Pohon-pohon tersebut konon berubah menjadi ikan dewa sedangkan kedua muridnya menjadi dua mata air yang berada di dalam telaga rambut monte. Namun secara ilmiah warna biru yang ditimbulkan dari merupakan adanya kandungan mineral yang keluar dari dua sumber mata air di dalam telaga. Di Telaga Rambut Monte juga  terlihat puluhan ikan berwarna hitam keabu-abuan berukuran sekitar tiga puluh sentimeter berenang pelan sana kemari. Tak jarang beberapanya memperlihatkan siripnya ke permukaan seperti ikan hiu. Penduduk sekitar menamainya ikan dewa, ada pula yang menyebutnya ikan Senggiring.


By  : Syayida Asidiq (14510026)

Comments

Popular posts from this blog

PANTAI MUARO BINGUANG PASAMAN BARAT

Berbicara mengenai objek wisata pantai siapa yang tidak merasa bahagia termasuk saya, ini Merupakan sebuah pantai yang berada di sumatera barat tepatnya terletak di daerah kinali kabupaten pasaman barat. Kenapa pantai ini di berinama muaro binggunag , di beri nama tersebut karena akses jalan untuk menuju lokasi pantai , kita terlebih dahulu harus menyebrangi sebuah muaro .pantai ini masih snagat alami . pantai ini pertemuan sebuah muara sungai dengan samudera hindia . kenapa pantai ini snagat bersih di karenakan oleh kejauhan lokasi pantai ini dari keramaian dan jika kita ingin menuju lokasi pantai ini akan menempuh  perjalanan 10 km dari lokasi jalan beraspal . ketika sampai di tepi pantai kita akan kebingungan melihat dimana pantainya karena yang terlihat hanya hamparan buih ombak yang bewarna putih dan pulau pulau kecil yang tersebar . akan  demi kian itu yang membuat keasrian pantai ini . Namun perjalanan yang cukup melelahkan hilang seketika, ketika dari kejauhan t...

KAJIGELEM

Desa Bangunjiwo merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa Bangunjiwo memiliki potensi pariwisata yang cukup besar. Orbitasi Desa berjarak sekitar 4 kilometer dari Ibukota Kecamatan Kasihan, 8 kilometer dari Ibukota Kabupaten Bantul dan 12 kilometer dari Ibukota Daerah Istimewa Yogyakarta. Rute menuju Desa Bangunjiwo dapat dilalui dengan menggunakan sepeda motor, mobil, maupun bus pariwisata. Dengan waktu tempuh sekitar 5 menit dari Ibukota Kecamatan Kasihan dan 10 / 15 menit dari Ibukota Kabupaten Bantul atau Daerah Istimewa Yogyakarta. Jika kita memasuki Desa Bangunjiwo dari arah timur, maka kita akan disambut dengan hamparan persawahan padi dan tebu. Bangunjiwo memiliki 191,6 Ha areal persawahan dan sebagaian besarnya berada di bagian timur dan tengah Desa. Sedangkan untuk wilayah bagian barat dan selatan desa merupakan area perbukitan. Kondisi alam yang beragam ini membuat Desa Bangunjiwo menarik untuk di...

Goa Embultuk Di Blitar

Goa Embultuk adalah salah satu tempat wisata di Blitar yang sangat menakjubkan. Goa ini berada di Desa Tumpak Kepuh Kecamatan Bakung. Keindahan pemandangan stalakmit dan stalaktit pada dinding goa ini begitu menarik banyak pengunjung. Serta suara gemericik air yang menakjubkan membuat kita puas mengunjungi tempat wisata ini. Untuk menelusuri goa ini, anda bisa menggunakan lampu petromak dan harus membawa pakaian ganti dari rumah dan bisa dititipkan kepada loket yang tersedia, karena di Goa Embultuk ini tempatnya gelap serta permukaan air cukup tinggi. Tempat wisata menakjubkan satu ini wajib anda kunjungi jika anda pergi ke Blitar. Selain membawa ganti, pengunjung juga diharuskan menggunakan jasa guide untuk masuk ke dalam Goa ini. Para guide yang merupakan karang taruna desa setempat akan mengantarkan pengunjung mencapai ujung yang diperbolehkan yaitu sejauh 1.5 km. Karena apabila ingin melanjutkan perjalanan lebih dalam diperlukan perlengkapan dan keterampilan khusus. Biaya u...